Secarik Rindu di Atas Kertas

oleh -656 views

Kamu kan tahu banget ya, aku jangankan membuat surat, disuruh nulis saja malasnya bukan main. Kamu kayanya sampai hafal semua tabiatku. Lucu jika diingat-ingat. Tapi sedih juga karena dihadapkan oleh kenyataan sekarang
Rumahku udah gak ada. Siapa yang bisa aku jadikan rumah setelah ini?

Pulang? Yang disebut rumah itu hanya sekedar nama untuk tempat tinggal aja.
Aku boleh jujur gak?
Bisa dihitung dengan jari, hanya beberapa minggu setelah aku dihadapkan sama kenyataan ini, pikiranku melanglang buana. Aku merasa udah gak punya siapa siapa disini
Mama papa? Tanpa aku bilang kamu pasti udah tau ya, mereka udah gak nganggap aku ada di dunia ini. Aku dulu sempat nyerah. Kedengerannya alay banget ya hahaha. Maaf kalau aku anaknya cengeng, aku gak bisa hidup sendirian disini. Bukan berarti aku gak bisa mandiri. Aku cuma butuh tempat bersandar untuk menopang dikala aku jatuh, aku cuma butuh rumah untuk aku berpulang.

Baca Juga  Inggris Tekuk Kroasia 4-2, Bangkit di Babak Kedua Usai Sempat Goyah

Setelah ini siapa yang aku bisa ajak bertukar cerita?
Kamu tahu Angga kan? dia baik. Anaknya ramah enggak kaku juga kok, kata kamu dia orangnya kaku, mana enggak ada ngaco kamu ya. Dia bukan juga semua yang kamu bilang. Aku cuma pengen kamu gak salah paham sama dia.

Wah aku enggak tau nih harus nulis apalagi. Terlalu banyak yang mau aku certain nih sama kamu.
Enggak kebendung sama air mataku yang berlomba-lomba ingin keluar.
Kalau gitu, aku enggak mau banyak bilang apa apa lagi, selain kata ini yang belum sempat aku lontarkan dan tersampaikan sama kamu. Terimakasih karena sudah mencintaiku, maaf aku tidak bisa membalasnya.
Kamu bisa beristirahat dengan tenang, aku bisa bahagia disini walaupun tanpa adanya kehadiran insan seperti kamu.
Aku titip doa. Sekali lagi terimakasih atas semuanya.

No More Posts Available.

No more pages to load.