Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW Lengkap Sosok Pencetusnya

oleh -9 Dilihat

Dalam pelaksanaannya, Sultan Muzhaffar menggelar peringatan megah dengan mengundang para ulama, ahli tasawuf, cendekiawan, serta seluruh lapisan masyarakat. Momentum ini diisi dengan penyajian hidangan, pembagian hadiah, dan penyaluran sedekah secara masif kepada fakir miskin.

3. Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi / Muhammad Al-Fatih

Teori ketiga mengemukakan perayaan Maulid Nabi dicetuskan oleh panglima perang legendaris Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi (atau dalam beberapa riwayat dihubungkan dengan Sultan Muhammad Al-Fatih). Tujuan utamanya saat itu bersifat taktis dan spiritual, yakni membakar kembali semangat jihad umat Islam dalam menghadapi Perang Salib guna merebut kembali Yerusalem.

Perkembangan Tradisi Maulid di Nusantara

Di Indonesia, tradisi memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW memiliki akar sejarah yang kuat sejak zaman dakwah Wali Songo sekitar tahun 1404 Masehi. Para ulama penyebar Islam di Tanah Jawa memanfaatkan momentum ini sebagai sarana kultural untuk merangkul hati masyarakat lokal agar mengenal dan memeluk agama Islam secara damai.

Baca Juga  Trump Nyatakan Selat Hormuz Wilayah AS, Iran Balas Klaim California

Pendekatan persuasif ini melahirkan istilah Perayaan Syahadatin (atau Sekaten). Selain itu, tradisi ini juga dikenal luas dengan sebutan Gerebeg Maulud, di mana masyarakat mengekspresikan rasa syukur dan penghormatan kepada Nabi melalui prosesi adat berupa pengarakan tumpeng nasi gunungan.

No More Posts Available.

No more pages to load.