Porostimur.com, Kairo – Eskalasi konflik di Timur Tengah kembali meningkat setelah dua kapal pengangkut gas alam cair (LNG) di Pelabuhan Damietta, Mesir, dilaporkan diserang proyektil yang diduga berasal dari pesawat nirawak (drone), Rabu (29/7/2026). Insiden tersebut memicu kebakaran pada kedua kapal dan mendorong Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman pembalasan terhadap Iran, meski hingga kini belum ada bukti yang secara langsung mengaitkan Teheran dengan serangan itu.
Perusahaan keamanan maritim Inggris, Ambrey, melaporkan sedikitnya satu drone menghantam Energos Winter, fasilitas penyimpanan dan regasifikasi LNG terapung yang tengah bersandar di Pelabuhan Damietta. Sementara perusahaan analisis risiko maritim Vanguard menyebut sebuah proyektil tak dikenal mengenai sisi kanan kapal tersebut.
Kebakaran yang muncul di Energos Winter kemudian merambat ke kapal pengangkut LNG GasLog Salem yang berada di dekatnya. Seluruh awak kapal berhasil dievakuasi, sedangkan kedua kapal dipindahkan keluar pelabuhan sebagai langkah pengamanan. Otoritas setempat menyatakan api berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Energos Winter diketahui memiliki kapasitas penyimpanan sekitar 138.250 meter kubik LNG dengan kemampuan menyalurkan hingga 650 juta kaki kubik gas per hari ke jaringan energi Mesir. Kapal itu dioperasikan perusahaan asal Amerika Serikat, Energos Infrastructure, yang mengelola empat fasilitas LNG terapung di Mesir dan memasok sekitar 35 persen kebutuhan gas alam negara tersebut.









