Setubuhi Anak di Bawah Umur, Corneles Angkotta Divonis Delapan Tahun Penjara

oleh -212 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Ambon menjatuhkan vonis delapan tahun penjara terhadap Corneles Angkotta, akibat perbuatannya menyetubuhi anak di bawah umur.

Vonis bagi pria 47 tahun, warga Latuhalat Waimahu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon itu, dibacakan majelis hakim dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Kamis (27/5/kemarin) kemarin.

Sidang dipimpin Lutfi dibantu dua hakim anggota. Majelis hakim dalam amar putusannya, menyatakan perbuatan terdakwa terbukti bersalah dengan pasal 81 ayat (2) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan Peraturan Pemerintah pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Baca Juga  Terpilih Sebagai Ketua Golkar, AZM Dipastikan Maju Sebagai Cabup Halbar

“Terdakwa terbukti bersalah, untuk itu dihukum selama delapan tahun penjara,” kata majelis hakim.

Selain hukuman pidana penjara, majelis hakim juga membebankan terdakwa membayar denda senilai Rp.60 juta. Apabila terdakwa tidak bisa membayar maka akan diganti dengan hukuman pidana penjara selama dua bulan.

Vonis yang diberikan majelis hakim lebih ringan dibandingkan dengan tuntutan JPU Chaterina Lesbata. Dalam sidang sebelumnya, JPU menuntut terdakwa 12 tahun penjara.

Sekadar tahu, Corneles melampiaskan nafsu bejatnya ke korban yang adalah tetangganya sendiri pada tahun 2019 lalu. Merasa aksi pertamanya itu tidak bocor atau diketahui orang lain, terdakwa kemudian mengulangi hal serupa hingga terakhir di Juni 2020.

Baca Juga  Kasus Penghinaan Masuk Kejaksaam, Hahury Harap Salmon Ditahan Sebelum Pelimpahan

Sebanyak empat kali terdakwa menggagahi korban. Tapi, sebagai orang tua, tentu akan merasa jika anaknya seperti lain. Firasat orang tua benar adanya, ternyata korban yang diminta menceritakan yang terjadi kepadanya mengaku kalau Ia telah disetubuhi berulang kali oleh terdakwa.

Untuk memuluskan aksi biadap itu, korban merayu dengan memberikan uang sebesar Rp 20 ribu. Korban tidak mau tapi terus dipaksa hingga kemudian ditarik masuk ke dalam rumah terdakwa yang hanya bersebelahan dengan rumah korban.

Di rumah terdakwa itulah, celana korban dilucuti dan digagahi bak istri sah. Mendengar pengakuan itu, orang tua yang naik pitam langsung melaporkan terdakwa ke Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. 

Baca Juga  Polda Kepri gelar peringatan Maulid Nabi MUhamad SAW

(red/katim)

No More Posts Available.

No more pages to load.