Artinya: Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang kufur, yaitu istri Nuh dan istri Lut. Keduanya berada di bawah (tanggung jawab) dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami, lalu keduanya berkhianat kepada (suami-suami)-nya. Mereka (kedua suami itu) tidak dapat membantunya sedikit pun dari (siksaan) Allah, dan dikatakan (kepada kedua istri itu), “Masuklah kamu berdua ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka).”
Dalam buku Istri-Istri Para Nabi karya Ahmad Khalil Jam’ah dan Syaikh Muhammad bin Yusuf Ad-Dimasyqi, dijelaskan bahwa istri Nabi Nuh justru bergabung dengan orang-orang kafir. Ia menolak kebenaran, bahkan ikut menentang dakwah suaminya.
Beberapa mufassir menyebut namanya Wailah, ada juga yang berpendapat Walighah. Ia kerap menyebut Nabi Nuh sebagai orang gila, tidak berakal, dan selalu memperolok risalah yang beliau bawa. Bila ada pengikut baru yang masuk Islam, ia segera melaporkannya kepada kaum kafir agar orang itu ditekan, disiksa, atau dipaksa keluar dari agama.
Sikapnya yang terus-menerus memusuhi dakwah dan berpihak kepada kaum pendusta menjadikannya dicatat sebagai salah satu wanita celaka yang binasa bersama orang-orang kafir pada peristiwa banjir besar.










