Stigma “Premanisme” dan Luka di Hutan Maba Sangaji

oleh -378 views

Menurut Andri, perlawanan warga adalah bentuk partisipasi publik yang dilindungi hukum. Jaksa dan pengadilan seharusnya tidak memproses perkara ini, apalagi jika tidak memenuhi asas keadilan.

Dari Maba untuk Indonesia

Kasus Maba Sangaji adalah potret buram dari relasi kuasa antara negara, aparat, dan korporasi terhadap rakyat kecil.

Ketika warga bicara dengan adat, negara menjawab dengan senjata. Ketika masyarakat membangun tenda, aparat datang dengan borgol.

Pertanyaannya: siapa yang sebenarnya “preman”? Mereka yang menanam sagu dan menjaga sungai, atau mereka yang datang mencaplok hutan dengan dalih izin negara? (Tim)

Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel porostimur.com

No More Posts Available.

No more pages to load.