Stunting Politik

oleh -592 views

Stunting merupakan masalah yang sangat strategis. Sayangnya secara faktual pelaksanaan intervensi gizi di Maluku Utara masih banyak yang belum
terintegrasi dan konvergen. Kata stunting sekadar dikutip sebagai pemanis

Berdasarkan data UNICEF, Indonesia menempati posisi keempat dengan populasi anak terbesar di dunia yaitu sebanyak 80 juta jiwa. Statistik Indonesia melalui Survei Studi Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI), tidak kalah mengejutkan dengan tingkat prevalensi stunting terbesar 27,67 persen pada tahun 2019. Dari data itu, dapat disimpulkan bahwa 1 dari 3 balita di Indonesia mengalami stunting.

Lebih jauh lagi, angka itu masih di atas standar yang ditetapkan oleh WHO bahwa prevalensi stunting di suatu negara tidak boleh melebihi 20 persen. Meski begitu, pemerintah telah mencangkan target yang begitu ambisius dapat mencapai angka stunting 14 persen di tahun 2024. Pada tahun 2018 Indonesia masih memiliki angka stunting sebesar 30,77 persen (Riskesdas, 2018).

Baca Juga  Rakor TEKAD Halbar: Produksi Beras Taboso Capai 4,5 Ton

Sementara kondisi Maluku Utara pun begitu menyedihkan. Dengan angka prevalensi stunting sebesar 29,1 persen atau di atas rata-rata nasional 27,6 persen. Akan tetapi data tersebut tidak dapat dibandingkan secara langsung. Riskesdas merupakan survei yang dilakukan lima tahun sekali untuk mendapatkan gambaran representasi angka stunting nasional dan daerah. Sedangkan SSGBI dilakukan setiap tahun untuk melihat perkembangan
pelaksanaan kegiatan percepatan pencegahan stunting (lihat Melani, 2021 :246).

No More Posts Available.

No more pages to load.