Tak Bisa Ikuti Tren Perang Modern, Angkatan Laut AS Kini Kian Terpuruk

oleh -14 Dilihat
Perang Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran yang pecah sejak akhir Februari 2026 justru membuka pertanyaan besar tentang kemampuan armada laut Amerika mempertahankan dominasi di kawasan.

Persoalan moral itu bahkan disebut muncul dalam sejumlah foto yang diklaim berasal dari kawasan Samudra Hindia.

Dalam foto-foto tersebut terdapat tulisan bernada sinis pada debu penutup pesawat. Salah satunya berbunyi, “Jadilah orang baik dan lakukan apa yang Israel perintahkan.”

Tulisan lain menyebut istilah “Operasi Epstein Fury” dan mengejek perang tersebut dengan kalimat mengenai “kesepakatan damai” berikutnya.

Tidak jelas siapa yang membuat tulisan tersebut, kapan dibuat, maupun apakah tulisan itu benar-benar merepresentasikan sikap mayoritas personel Amerika.

Tetapi kemunculannya tetap memberikan gambaran tentang adanya suara-suara di internal pasukan yang mempertanyakan tujuan perang.

Pertanyaan yang lebih besar kemudian muncul: untuk siapa perang tersebut dilakukan?

Baca Juga  Polnam Buka Rekrutmen 11 UKM, Mahasiswa Baru Diajak Tak Sekadar Aktif di Ruang Kelas

Kritik terhadap keterlibatan AS dalam perang Iran tidak hanya datang dari pihak luar. Perdebatan mengenai tujuan strategis perang juga menjadi bagian dari diskursus di Amerika sendiri.

Jika seorang prajurit merasa dikirim ke medan perang untuk kepentingan yang tidak diyakininya, persoalan tersebut dapat berpengaruh terhadap motivasi, disiplin dan kohesi unit.

Sejumlah laporan media Iran bahkan menyebut terjadi perkelahian serius di atas USS Abraham Lincoln yang menyebabkan korban jiwa di kalangan pelaut.

No More Posts Available.

No more pages to load.