Mukadar menjelaskan, pelatihan tersebut akan difasilitasi oleh para ahli pendidikan dari Australia dan Suriname yang sudah berpengalaman dalam pengembangan kurikulum, teknologi pendidikan, serta metode pengajaran berbasis kebutuhan lokal.
“Tujuan utama kami adalah meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas, sekaligus mempersiapkan guru-guru agar mampu bersaing dan beradaptasi di era digital serta globalisasi pendidikan,” imbuhnya.
40 Sekolah Jadi Proyek Percontohan
Sebagai implementasi awal dari kerja sama ini, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah menetapkan sebanyak 40 sekolah di wilayahnya sebagai proyek percontohan (pilot project). Sekolah-sekolah tersebut akan menjadi pusat penerapan berbagai program inovatif hasil kerja sama dengan Pemerintah Suriname dan Australia.
Ke-40 sekolah ini akan difokuskan pada kegiatan pertukaran informasi dan pengetahuan, termasuk pengembangan kurikulum berbasis keterampilan abad 21, literasi digital, serta pelatihan intensif untuk para guru dan kepala sekolah.
“Sekolah-sekolah ini akan menjadi bagian dari program pertukaran informasi, pengetahuan, serta penerapan praktik pendidikan yang lebih efektif,” ujar Mukadar.
Melalui program ini, para guru dari Maluku Tengah juga akan berkesempatan mengikuti lokakarya internasional, baik secara daring maupun luring, dengan pendidik dari Australia dan Suriname. Dinas Pendidikan berharap pengalaman tersebut akan memperkaya wawasan para guru dan meningkatkan rasa percaya diri mereka dalam mengelola proses belajar mengajar.









