Tahapan ini menjadi krusial agar satwa mampu beradaptasi kembali dan bertahan hidup di habitat aslinya.
Kolaborasi Konservasi Lintas Balai
Kegiatan pelepasliaran ini merupakan hasil kolaborasi antara Balai TN Manusela dan Balai KSDA Maluku, sebagai bagian dari upaya penyelamatan satwa liar sekaligus peningkatan populasi satwa endemik Maluku di alam.
Langkah tersebut juga menjadi bentuk komitmen bersama dalam menjaga keanekaragaman hayati Maluku yang selama ini rentan terhadap perdagangan ilegal dan perusakan habitat.
“Pemantauan terakhir menunjukkan hanya nuri bayan yang masih terlihat di sekitar lokasi pelepasliaran. Untuk kakatua, kemungkinan sudah terbang menjauh dari lokasi,” ungkap Seto.
TN Manusela sendiri dikenal sebagai salah satu kawasan konservasi terpenting di Maluku, sekaligus habitat alami berbagai satwa endemik yang hanya ditemukan di wilayah Kepulauan Maluku. Pelepasliaran ini diharapkan dapat memperkuat populasi satwa liar dan menjaga keseimbangan ekosistem Pulau Seram.
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com









