Porostimur.com, Jakarta — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan perkembangan terbaru proyek gas raksasa Blok Masela yang dioperatori Inpex Corporation. Proyek strategis nasional tersebut kini memasuki tahapan penting setelah dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) segera diserahkan kepada SKK Migas.
Tenaga Ahli Menteri ESDM Umar Lessy, mengungkapkan dokumen Amdal proyek Masela akan segera diserahkan Kementerian Lingkungan Hidup kepada SKK Migas sebagai bagian dari tahapan menuju pembangunan fisik lapangan gas raksasa tersebut.
“Untuk Inpex, Insya Allah besok akan diserahkan Amdal kepada Pak Menteri Lingkungan, kepada SKK Migas, itu nanti bisa berproduksi Insya Allah di 2030 atau lebih cepat,” ujar Umar di Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Investasi Capai Rp352 Triliun, Produksi Gas 1.600 MMSCFD
Umar menjelaskan, proyek Blok Masela diperkirakan menelan investasi hampir US$21 miliar atau sekitar Rp352 triliun. Dengan nilai investasi jumbo tersebut, proyek ini diproyeksikan menjadi salah satu pengembangan gas terbesar di Indonesia.
Lapangan Abadi di Blok Masela ditargetkan memiliki kapasitas produksi gas mencapai 1.600 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Dari total produksi tersebut, sekitar 150 MMSCFD akan dialokasikan untuk kebutuhan domestik, sementara sisanya ditujukan untuk ekspor LNG.









