“Yesus masuk dalam pengalaman sulit kita. Ia tidak meninggalkan kita, tetapi justru ada di dalam luka kita,” jelasnya.
Doa Jadi Kekuatan Umat
Pastor Jacob menambahkan, dalam menghadapi tekanan hidup dan derasnya arus informasi, doa menjadi kekuatan utama agar umat tetap setia pada iman.
Ia mencontohkan teladan Yesus di Taman Getsemani, di mana doa menjadi jalan untuk menjernihkan batin dalam membedakan suara Tuhan dari berbagai pengaruh dunia.
“Doa membuat telinga batin kita jernih untuk mendengarkan suara Tuhan, bukan suara dunia,” katanya.
Ia menegaskan, perarakan dari Pelabuhan Tua menuju gereja bukan sekadar simbol seremonial, melainkan pengingat bahwa iman merupakan perjalanan panjang yang menuntut kesetiaan.
“Mari kita tetap mengangkat daun palma kita dan berseru: Hosana! Terpujilah Dia,” ajaknya.
Mengakhiri homilinya, Pastor Jacob menekankan bahwa Paskah bukan hanya tentang kebangkitan Kristus, tetapi juga menjadi momentum kebangkitan iman umat agar tetap teguh menghadapi berbagai tantangan zaman. (red/beritasatu)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com




