Untukmu yang Pernah Singgah

oleh -0 Dilihat

Keesokan harinya Chessy menemui Aksa dan meminta penjelasan darinya. Setelah mengetahui semuanya, ia langsung memberi tahu kepada Khai.
“Khai, tadi gue nemuin Aksa. Gue sebelumnya minta maaf, gara-gara gue lo jadi begini. Seandainya saat itu gue ngga nasehatin lo untuk coba deket sama Aksa, lo ngga akan negrasain ini Khai. I’m so sorry”
“Shuttt, no no no. Not your fault Ches, perasaan ini hadir dengan sendirinya, tanpa paksaan. Terkadang yang kita harapkan menghasilkan kekecewaan, terkadang juga yang tidak kita harapkan menghasilkan kebahagiaan. Namun, dibalik peristiwa itu pasti ada hikmahnya, kita harus bisa menerimanya dengan Ikhlas. Apapun yang diberikan oleh tuhan itulah yang terbaik untuk kita.”

Baca Juga  Menteri Nusron Percepat Layanan Pertanahan, Celah Mafia Tanah Mulai Ditutup

“Aksa tadi bilang katanya lo susah ditaklukin dan dia nyerah karena sikap lo yang masih abu-abu jadi dia ngga pernah tau apa isi hati lo. Kenapa lo ngga bilang aja ke Aksa kalo lo cinta sama dia.”
“Ches… ayolah lo udah sahabatan sama gue berapa lama sih. Lo tau, gue bukan tipikal orang yang agresif, yang berani ngomong langsung. Apalagi ini tentang perasaan. Tapi ya sudahlah sekarang Aksa sudah sama cewek itu, gue mencoba untuk Ikhlas aja, masih banyak cowok di dunia ini bukan cuma Aksa.” Jawab Khai terlihat menerima tetapi sebenarnya di dalam hatinya ada rasa kecewa yang begitu mendalam.
“Tapi lo janji sama gue, ngga boleh mengurung diri lagi. Promise?” Kata Chessy penuh permohonan.
“Promise, don’t worry about it. I’m better than before.” Jawab Khai meyakinkan

No More Posts Available.

No more pages to load.