“Supaya tidak ada persoalan dengan partai koalisi. Silahkan PKS, Demokrat berdiskusi dengan Anies,” kata Zulfan dalam diskusi digelar situs Inilah.com dengan tema ‘Diusung NasDem, Masihkah Anies Bisa Dijegal KPK?’ di Jakarta.
Politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem) Zulfan Lindan mengaku dua bulan sebelum mengusung Anies Baswedan sebagai Bacapres partainya ditinggal beberapa kader.
Pernyataan Zulfan dilontarkan dalam diskusi digelar situs Inilah.com dengan tema ‘Diusung NasDem, Masihkah Anies Bisa Dijegal KPK?’ di Jakarta. “Kami (Partai NasDem) ditinggal dua kader sebelum mengusung Anies Baswedan. “Ada dua Wali Kota dari Partai NasDem yang mundur dua bulan sebelum partai mengusung Anies,” kata Zulfan, Rabu, 5 Oktober 2022.
Zulfan mempersilakan kepada pihak-pihak yang tidak setuju dengan Anies. Dia membuka pintu kepada siapapun memilih jalan masing-masing. “Kalau tidak setuju dengan Anies silakan saja kalau mau keluar. Tapi yang dukung Anies juga banyak,” ujar Zulfan.
Zulfan mengaku NasDem keluar masuk partai pendukung penguasa itu sudah biasa. Kabar beredar, dua kader NasDem, yaitu Andreas Acui Simanjaya dari Kalimantan Barat dan tokoh perempuan asal Bali Niluh Djelantik mundur dari partai setelah Anies dideklarasikan sebagai capres NasDem.









