Wanita di Laundromat Itu Memakai Louboutin

oleh -23 views

Kriket adalah agama nomor satu di tempat ini, dan hal itu tidak menarik perhatian Laila. Ia membalik lembar majalah lagi dan menekuri tentang nama-nama tanaman hias yang tidak pernah didengarnya.

Ia baru saja akan mengecek cuciannya lagi saat pintu laundromat terbuka. Angin musim dingin berhembus ke dalam bersama seorang wanita berusia sekitar tiga puluhan. Rambutnya yang coklat keemasan membingkai wajahnya yang tirus dengan tulang pipi yang tinggi.

“Astaga, dingin sekali di luar,” ujarnya sambil mengancingkan jaketnya. Laila mendongak dan tersenyum.

“Ya, beruntung mereka menyediakan pemanas di sini,” jawabnya kaku. Ia tidak terlalu suka mengobrol. Laundromat ini biasanya sepi, kecuali kedatangan satu-dua orang yang menggunakan mesin pengering. Wanita itu ramping dengan tinggi sekitar seratus tujuh puluh senti. Ia duduk di samping Laila dan mengeluarkan sebungkus rokok.

“Mau?” tanyanya. Laila menggeleng. “Terima kasih, aku tidak merokok”.

Baca Juga  Hadiri Muscab IMM Ambon, Wali Kota Tekankan Kepemimpinan Transformatif dan Kolaboratif

Wanita itu mengedikkan bahu. “Ya, mungkin baiknya aku juga tidak. Aku sudah berjanji pada diriku untuk hanya merokok sebatang sehari. Lagipula tempat ini juga tidak dibolehkan merokok.” Ia mengatakan kalimat terakhir dengan masam saat melihat dua kamera perekam di dinding.

No More Posts Available.

No more pages to load.