Wanita di Laundromat Itu Memakai Louboutin

oleh -33 views

Laila ikut tertawa juga. Wanita ini seperti musim semi. Segala sesuatu darinya seperti menyemburatkan warna-warna cerah. “Apa Anda tidak mencuci pakaian?” tanya Laila.

“Ah ya, aku sedang menunggu customer. Kami janjian di sini,” jelasnya.

Laila memasukkan dua dolar ke dalam slot dan wanita itu membantu mengatur temperatur mesin. “Terima kasih, Anda ada janji bisnis?” tanya Laila. Sejenak ia merasa kikuk. Mungkin ia seharusnya tidak bertanya. Itu hanya akan memancing percakapan yang lebih lama, dan ia tidak ingin terlalu lama bercakap dengan siapapun.

Tapi wanita itu tertawa kecil sambil memilin-milin rambutnya. “Ya, aku bisnis. Bisnis waktu,” jawabnya. Matanya kembali mengedip-ngedip jenaka.

“Bisnis waktu?” tanya Laila bingung. “Anda pengacara?” tanyanya lagi, lalu ia lekas-lekas minta maaf. Ia merasa mungkin tidak sopan bertanya beruntun pada wanita itu. Tapi wanita itu tertawa lebar.

Baca Juga  28 Jamaah Haji Kota Tual Diberangkatkan ke Embarkasi Makassar

“Aku bukan pengacara, Dear. Semoga tidak akan pernah. Mereka penuh dengan omong kosong. Tapi sesekali customer-ku adalah para pengacara yang kebanyakan berperut buncit itu. Aku menjual waktu untuk mendengarkan bualan-bualan mereka. Termasuk waktu bersenang-senang yang tidak bisa mereka dapatkan dari istri atau pasangan mereka,” jawabnya. Ia memeriksa dengan cermat kuku-kukunya yang dicat merah terang.

No More Posts Available.

No more pages to load.