Wanita di Laundromat Itu Memakai Louboutin

oleh -37 views

“Kau sendiri, apa pekerjaanmu kalau aku boleh bertanya?” tanya wanita itu.

Laila menarik napas. “Berbeda dengan Anda, saya membeli waktu,” jawabnya.

Wanita itu terbatuk. “Kau pengacara? Punya seseorang sepertiku juga? Kuharap ia tampan,” katanya.

Laila menggeleng. “Sayangnya tidak. Saya membeli waktu dengan duduk di laundromat ini menunggui cucian saya, sambil berangan-angan kapan bisa jadi pengacara,” ujar Laila.

Mereka saling menatap sejenak dan terkikik geli seperti dua orang sahabat karib. Ponsel si wanita berdering dan ia melihat nama di layarnya. Ia menggumamkan kata permisi pada Laila dan meletakkan tasnya yang cantik di sandaran kursi sebelum bergegas menjawab teleponnya di sudut ruangan. Tak lama, mesin pengering berhenti berdengung dan Laila beranjak mengeluarkan pakaian-pakaiannya yang kini kering sempurna.

Baca Juga  Erupsi Gunung Dukono Telan Korban, Dua Pendaki Asal Singapura Tewas

Wanita itu berjalan ke sampingnya, wajahnya berseri-seri. “Sebentar lagi ia akan datang,” katanya.

Laila tersenyum kecil. Pakaian-pakaiannya berpindah ke ransel dorong yang dibawanya.

“Well, aku harus pergi, bus berikutnya akan tiba sebentar lagi. Terima kasih banyak sudah membantuku,” ucap Laila.

Wanita itu tersenyum lebar. “Hei, tak perlu sungkan begitu. Itu hanya hal kecil. Senang bertemu denganmu,” ucapnya tulus.

No More Posts Available.

No more pages to load.