“Jangan khawatir, kameranya mati,” ucap Laila.
Wanita itu tersenyum kecut sebelum memasukkan kembali rokok ke dalam tasnya. Diam-diam Laila mengamatinya. Wanita-wanita berpakaian minim saat musim panas itu biasa, tapi wanita ini mengenakan rok mini seperti Julia Roberts dalam film Pretty Woman dan hanya dihangatkan dengan satu jaket kulit tipis. Meski demikian, kakinya dibungkus sepasang Louboutin asli dan tasnya Gucci terbaru.
Sementara Laila sendiri membungkus tubuhnya dengan long john dan dan celana panjang rangkap, ditambah jaket setebal mungkin yang bisa ia temukan. Berjalan dalam pakaian seperti itu membuatnya merasa seperti sebentuk kepompong.
Timer mesin cuci yang digunakan Laila berbunyi dan ia bergegas mengeluarkan pakaian-pakaiannya. Ia menoleh ke arah tabel tarif mesin pengering dengan bimbang. Ia benar-benar tidak ingin kembali ke flatnya dengan pakaian setengah kering sebanyak ini. Menjemur mereka di teras juga percuma karena lama keringnya.
Laila mengecek tabel harga di dinding untuk masing-masing waktu pengering yang berbeda lalu merogoh saku celananya. Dia menemukan beberapa keping dolar dan sen di dalamnya.
“Kau oke?” tanya wanita itu.
Laila ragu. “Mmm…saya ingin memakai mesin pengering, tapi saya tidak tahu caranya,” jawabnya malu-malu.









