Porostimur.com, Tepi Barat – Warga Palestina di Desa Qusra, Tepi Barat, menghadapi tekanan yang semakin berat setelah pasukan Israel menetapkan wilayah tersebut sebagai zona militer tertutup dan memerintahkan warga meninggalkan rumah mereka.
Perintah itu datang setelah desa tersebut, menurut kesaksian warga, mengalami pengepungan dan serangkaian serangan oleh pemukim Israel selama berhari-hari.
Kepada Charlotte Dubenskij dari RT, Han Abdul Karim Hassan, warga Qusra yang berada di tengah pengepungan, mengatakan pasukan Israel memasuki kawasan tersebut bersama rombongan besar pemukim sebelum kemudian menetapkan desa sebagai zona militer.
Hassan mengaku sempat mempertanyakan alasan kedatangan pasukan Israel.
“Bukankah kalian datang ke sini karena ulah para pemukim itu?” ujar Hassan, sebagaimana dikutip RT.
Menurut dia, pasukan Israel kemudian memerintahkan warga segera mengosongkan rumah.
Situasi tersebut membuat Hassan khawatir terhadap keselamatan keluarganya. Ia bahkan meminta putrinya tetap berada di dalam rumah karena takut terjadi serangan.
“Kamu jangan keluar karena nanti kamu dibunuh,” kata Hassan kepada anak perempuannya.
Warga Mengaku Terjebak Selama Dua Pekan
Hassan mengatakan tekanan terhadap warga Qusra telah berlangsung sekitar dua pekan.











