Ciri-ciri Orang yang Zuhud
Berikut beberapa ciri zuhud yang dikutip dari buku Zuhud Berdasi tulisan Hj Noorthaibah sebagaimana dikatakan Imam Al Ghazali,
- Tidak senang berlebihan ketika mendapat sesuatu dan tidak sedih berlebihan ketika kehilangan
- Tidak sombong
- Menganggap pujian dan celaan menjadi hal yang sama dan biasa saja
- Hatinya penuh cinta kepada Allah SWT dan tidak terlalu mencintai dunia
- Kekayaan dan dunia tidak memiliki tempat di hatinya karena cinta kepada Sang Khalik
Tingkatan Zuhud
Masih dari sumber yang sama, setidaknya ada tiga tingkatan zuhud menurut Imam Ahmad bin Hanbal, yaitu:
- Zuhud dengan cara meninggalkan perkara haram, ini menjadi zuhudnya orang awam
- Zuhud dari sikap berlebihan dalam perkara halal, inilah zuhud orang tertentu
- Zuhud dengan cara meninggalkan segala sesuatu yang dapat memalingkan diri dari mengingat Allah, inilah zuhud orang-orang yang makrifat Allah SWT
Keutamaan Memiliki Sifat Zuhud
Terdapat sejumlah keutamaan dari orang yang memiliki sifat zuhud. Dikutip dari kitab Mukhtashar Ihya Ulumuddin oleh Imam Al Ghazali yang diterjemahkan Irwan Kurniawan, orang yang zuhud akan dicintai oleh Allah SWT. Nabi Muhammad SAW bersabda,
“Zuhudlah kamu terhadap dunia, maka Allah akan mencintaimu. Dan zuhudlah terhadap apa yang ada di tangan manusia, maka mereka akan mencintaimu.” (HR Ibnu Majah)
Disebutkan juga dalam riwayat lain terkait zuhud. Nabi SAW bersabda,
“Jika di antara kamu sekalian melihat orang laki-laki yang selalu zuhud dan berbicara benar, maka dekatilah ia. Sesungguhnya ia adalah orang yang mengajarkan kebijaksanaan.”
Selain itu, keutamaan sifat zuhud lainnya yaitu:
- Dunia tunduk kepada pelaku zuhud
- Pelaku suhud memberikan hikmah
- Dicintai oleh Allah SWT
- Hati pelaku zuhud diterangi oleh Sang Khalik
Wallahu a’lam.
sumber: detikhikmah









