Zuhud Adalah Perkara yang Menghidupkan Hati, Apa Maksudnya?

oleh -0 Dilihat

Zuhud adalah salah satu istilah dalam bahasa Arab yang erat kaitannya dengan Islam. Sifat ini termasuk perkara yang menghidupkan hati.

Mengutip buku Fakir dan Zuhud yang disusun Eko Setyo Budi, Imam Al Ghazali menjelaskan bahwa hakikat zuhud adalah menolak sesuatu dan mengandalkan yang lain. Orang yang meninggalkan kelebihan dunia dan menolaknya serta mengharapkan akhirat, maka ia disebut zahid di dunia.

Meski demikian, zuhud harus disertai pengetahuan bahwa akhirat lebih baik daripada dunia. Adapun, perkara lain yang menghidupkan hati yaitu ilmu, ridha dan qana’ah. Zuhud menjadi tingkatan terakhir.

Hati bisa hidup karena memiliki ilmu, sementara ilmu bisa menjadikan seseorang memiliki sifat ridha. Jika sudah sampai pada tahapan ridha, seorang hamba akan sampai pada tahapan qana’ah atau menerima.

Dari qana’ah itulah sampai pada zuhud yang berarti menjauhkan kesenangan dunia. Dalam menghidupkan hati, empat perkara tersebut harus berurutan.

Baca Juga  18 Hari Hilang, Rahmayanti Dano Kader Belum Ditemukan, Polres Morotai Minta Warga Bantu Melacak

Sifat zuhud sendiri dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW dan Nabi Sulaiman AS. Menurut buku Tasawuf Sosial KH MA Sahal Mahfudh yang ditulis Jamal Ma’mur Asmani, kebaikan zuhud yang dikerjakan kedua nabi tersebut adalah memberi makan lezat kepada orang lain sedang keduanya hanya makan roti dan gandum.

No More Posts Available.

No more pages to load.