Kadang aku tak pernah mengerti tentangmu, kamu bisa bersikap menyenangkan sekaligus menyebalkan dalam waktu bersamaan. Namun aku selalu suka tingkahmu yang menyebalkan itu. Sikapmu yang menyebalkan itu membuatku cukup menguras emosi. Emosi-emosi dari dalam hati yang sangat aneh menurutku. Sering kali kamu bersikap menyebalkan dengan meledekku mengatakan hal-hal lucu yang mampu membuatku tak kuasa menahan tawa, menjahiliku dengan menyembunyikan ponselku hingga jam pulang berakhir yang langsung kucubit pinggangmu ketika tahu bahwa ternyata kamu adalah dalang dibalik semuanya.
Aku pernah membaca novel berjudul revered back ditulis oleh Inggrid Sonya yang mengatakan bahwa “Ada berbagai macam cara manusia mencintai orang yang dicintainya. Diantara banyaknya cara, mengagumi diam-diam adalah yang paling menyakitkan. Dan perasaan yang terlalu lama diendap dalam-dalam tanpa balasan itu… sama menyakitkannya.” Mungkin memang benar kata-kata yang tertera pada kutipan yang dituliskan. Mengagumi diam-diam adalah yang paling menyakitkan.
Aku menjadi seseorang yang gemar menulis tulisan-tulisan sendu tentangmu, hampir setiap susah tidur seperti ini aku suka mencoret buku kusam yang sudah hampir penuh dengan tulisan-tulisan untukmu. Hingga aku mulai membuat blog yang lagi-lagi berikan tentangmu. Setidaknya ada lima tulisan yang aku buatkan untukmu yang aku unggah disetiap malam minggu. Aku memulainya dari akhir bulan juli.




