Anatomi Negara Predatoris

oleh -26 views

Kaki predatoris tidak pernah berhenti bergerak. Ia terus mencari padang perburuan baru. Setiap ruang yang belum disentuh dipandang sebagai wilayah yang belum ditaklukkan. Ia melangkah ke desa, kota, hutan, pesisir, bahkan ke masa depan yang belum lahir.

Begitulah anatomi negara predatoris. Ia tidak lahir karena memiliki organ-organ itu. Semua tubuh kekuasaan memilikinya. Tragedi dimulai ketika organ-organ itu berhenti bekerja untuk rakyat dan mulai bekerja untuk dirinya sendiri.

Pada titik itulah negara tidak lagi berdiri sebagai rumah bersama, melainkan berubah menjadi makhluk yang hidup dari tubuh para penghuninya. Ia tumbuh dari keringat yang diperas, dari harapan yang dikurangi, dan dari hak yang perlahan dianggap wajar untuk dikorbankan.

Baca Juga  Dubes Belanda Kunjungi Ambon, DPRD Maluku Dorong Penguatan Kerja Sama Strategis

Dan mungkin tanda paling berbahaya bukan ketika rakyat jatuh miskin, melainkan ketika mereka mulai terbiasa. Ketika kehilangan dianggap takdir, ketika beban diterima sebagai kewajaran, dan ketika pemangsaan berhasil menyamar sebagai pengabdian.

Sebab predator yang paling berbahaya bukanlah yang datang dari luar pagar. Predator yang paling berbahaya adalah yang dibangun untuk melindungi, lalu lupa mengapa ia diberi kuasa. (**)

No More Posts Available.

No more pages to load.