Jadi Dasar Individual Development Plan
Heri menjelaskan, hasil feedback selanjutnya akan menjadi salah satu dasar penyusunan Individual Development Plan (IDP) bagi masing-masing pegawai.
IDP tersebut akan membantu menentukan jenis pelatihan maupun bentuk pengembangan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan individu dan tuntutan jabatan.
“Ini juga membantu pegawai melihat standar kompetensi yang dipersyaratkan pada jabatannya. Pegawai dapat mengetahui kompetensi yang masih dimiliki dan langkah yang perlu dilakukan untuk memenuhinya,” jelas Heri.
Dengan demikian, penilaian kompetensi tidak berhenti pada pemetaan kondisi pegawai saat ini. Hasil asesmen juga diarahkan untuk menentukan kebutuhan pengembangan menuju kompetensi yang dipersyaratkan pada jabatan masing-masing.
“Jadi bukan hanya melihat kondisi kita saat ini, tetapi juga melihat apa yang akan kita tuju dan apa yang harus kita lakukan untuk menuju ke sana,” tuturnya.
Dalam kegiatan tersebut, PNS yang telah mengikuti penilaian kompetensi saat Latsar 2025 menjalani sesi one on one bersama asesor aparatur.
Sebanyak 18 pegawai mengikuti sesi asesmen pada Rabu (19/8/2026), sementara 13 pegawai lainnya dijadwalkan mengikuti sesi yang sama pada Kamis (20/8/2026).
Disiapkan untuk Menjawab Transformasi Organisasi
Kepala Biro Sumber Daya Manusia Kementerian ATR/BPN, Budi Santosa, menilai feedback penilaian kompetensi menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi organisasi sekaligus mempersiapkan kapasitas pegawai.










