Dia lantas meminta kepada masyarakat Maluku, agar senantiasa memberikan apresiasi kepada orang-orang seperti Widya Pratiwi yang telah melakukan hal-hal terbaik bagi rakyat Maluku.
Ketika ditanya oleh sejumlah wartawan apakah aksi joget-joget yang dilakukan Widya itu salah atau tidak, Chaniago justru mengatakan bahwa joget-joget itu kebiasaan orang Maluku termasuk mereka yang di kampung-kampung.
“Dan bagi saya itu wajar. Lagian ibu Widya melakukannya di luar PPKM. Walaupun saat joget-joget itu tidak pakai masker. Kalau kita mau jujur, yang ada di pojok-pojok juga tidak pakai masker,” elaknya.
Seturut dengan Chaniago, Ketua DPD KNPI Kota Ambon, Sugiarto Solissa, juga meminta kepada aparat hukum untuk segera melakukan penangkapan kepada orang-orang yang di desain oleh oknum-oknum yang merupakan lawan politik Murad Ismail.
“Kami sebagai Pemuda Kota Ambon maupun Pemuda Maluku tidak suka dengan cara begitu. Dan sebelum acara itu sudah dilakukan protokol kesehatan yang sangat ketat. Orang yang ada di dalam situ sudah melakukan rapid test,” tukasnya.
Sugiarto bilang, pemuda adalah agen perubahan sehingga jangan melihat sesuatu secara membabi buta tapi harus meninjau dan dianalisa kembali.
“Apa yang Ibu Widya lakukan adalah bentuk refreshing otak. Apalagi sudah di rapid,” katanya.







