Beginilah Proses Belajar Mengajar SMAN 13 Kota Ambon Selama Pandemi Covid 19

oleh -47 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon : Kondisi pandemi covid-19 yang telah berlangsung kurang lebih satu tahun dan sampai saat ini belum tentu pasti kapan selesainya, tentunya sangat berdampak pada kehidupan sosial masyarakat, tidak terkecuali, hal itu juga di alami oleh SMAN 13 Kota Ambon.


Semua sekolah tentunya mengalami dampak yang sama, baik berdampak secara negatif maupun positif. Maka kali ini Porostimur.com mencoba menelusuri apa saja dampak secara positif dan negatif yang dialami oleh SMAN 13 Kota Ambon tersebut.


Saat Porostimur.com bertandang ke sekolah yang berlokasi di Pinang Putih Desa Batu Merah tersebut, suasana terlihat sunyi, karena semua aktivitas belajar dilakukan secara online. Hanya terlihat beberapa guru yang hadir, termasuk Kepala Sekolah yang kebetulan sudah janjian untuk wawancara.


Saat ditemui diruang kerjanya, Sabtu, (24/4/2021) Kepala Sekolah SMAN 13 Kota Ambon, Drs. Didi Karsidi, menceritakan terkait proses belajar mengajar selama masa pandemi covid 19.


“Sebelum saya menjadi Kepala Sekolah, proses belajar mengajar masih dilakukan dari rumah, namun sejak saya dipercayakan sebagai Kepala Sekolah SMAN 13 Kota Ambon, terhitung tanggal 5 Maret 2021 lalu, proses belajar mengajar dilakukan secara Daring (online) di lab komputer sekolah dan dikontrol secara baik. Kita merasa lebih enak dan mudah dalam melakukan kontrol, saya buatkan instrumen-instrumen kontrolnya, jadwal dibenahi dan alokasi waktunya diatur ulang, sehingga guru-guru memberikan layanan sesuai jadwal.” katanya.


Lanjut, Karsidi menjelaskan, bagi siswa yang tidak memiliki fasilitas untuk belajar secara Daring (online), maka setiap wali kelas akan mendata berapa jumlah siswa yang tidak memiliki fasilitas tersebut, dan proses belajarnya dilakukan secara Luring (offline).

Baca Juga  Pempus Serahkan Ribuan Sertifikat Tanah kepada Warga SBT dan Buru


“Setiap siswa yang belajar secara Luring akan diberikan naskah/modul pelajaran yang disederhanakan oleh guru-guru pengajar. Dan didalam modul pelajaran tersebut ada tugas-tugas dan lembar kerja untuk siswa-siswi yang belajar secara Luring. Hal itu juga berlaku untuk pengambilan nilai tengah semester maupun akhir semester. Jadi yang tidak memiliki fasilitas pun tidak ada kendala yang dihadapi, karena sekolah mengambil tindakan untuk membaginya, mana siswa yang belajar secara Daring dan mana siswa yang belajar secara Luring.” jelas Karsidi.


Secara panjang lebar, Karsidi kemudian memberikan contoh pelaksanaan Daring dan Luring untuk kelas 12 yang akan diumumkan kelulusannya pada tanggal 3 Mei 2021 mendatang.


“Ada sebanyak 477 siswa yang mengikuti ujian, dan hanya terdapat 10 orang siswa yang memiliki kemampuan mengikuti ujian secara Luring, sehingga pihak sekolah mengambil kebijakan untuk memberikan fasilitas kepada 10 siswa tersebut dengan menggunakan komputer di Laboratorium Komputer Sekolah. Selain itu, terdapat 1 orang siswa yang berada dirumah tahanan, maka pihak sekolah bekerjasama dengan kepala rumah tahanannya untuk mengizinkan siswa tersebut dalam ujian secara Luring.” katanya.


Karsidi mengungkapkan, SMAN 13 Kota Ambon sendiri menyediakan 3 ruangan dari 6 ruangan untuk Lab Komputer sekolah yang terdapat dilantai dua untuk pos layanan dan penilaian.

Baca Juga  8 ABK KM Dorolonda Positif Covid-19, LSM Rorano Minta 259 Penumpang Melapor


“Jadi aktivitas sekolah lebih terlihat dibandingkan dengan guru dan siswa pada saat dirumahkan. Apalagi saat ini, SMAN 13 kota Ambon telah sampai pada tahap pengimputan data dan soal-soal ujian akhir semester siswa siswi kelas 10, 11, dan 12 melalui google form untuk yang Daring, sedangkan untuk yang Luring datanya masih berubah-ubah karena masih pada proses pengimputan data. Sama halnya dengan siswa siswi kelas 12 yang ujian secara Luring, kelas 10 dan 11 juga sudah disediakan masing-masing ruangan untuk siswa yang ujian akhir semester secara Luring.” ungkapnya.


Sementara itu, untuk menghadapi acara kelulusan siswa siswi kelas 12 yang akan dilaksanakan pada tanggal 3 Mei 2021 mendatang, pihak sekolah telah menyediakan kegiatan untuk perayaan tersebut. Karsidi berharap agar siswa siswi yang lulus tidak melakukan acara kelulusannya dengan eforia turun ke jalan, melainkan disalurkan ditempat yang positif yaitu dengan mengisi kegiatan yang disediakan oleh pihak sekolah dengan menampilkan kreativitas seni, baik secara virtual maupun tidak dari masing-masing siswa kelas 12.


“Intinya SMAN 13 Kota Ambon ingin memaksimalkan layanan pembelajaran penilaian kepada user, kepada masyarakat pengguna jasa SMAN 13. Mudah-mudahan kita mendapatkan kepercayaan yang tinggi dari masyarakat supaya nanti kedepan kita bisa bersaing dengan sekolah-sekolah yang lain guna keunggulan sekolah ini,” Harap Karsidi.


Sementara untuk penerimaan peserta didik baru tahun ini, Karsidi menegaskan bahwa SMAN 13 akan patuh pada sistem Pendidikan yang dibuat oleh Dinas Pendidikan Provinsi Maluku, baik zonasi maupun kuota yang telah ditetapkan. SMAN 13 akan mengusahakan untuk menjalankan alokasi waktu satu shif artinya selama 45 menit, hal ini bisa dilakukan apabila PPDB nya dilakukan secara cepat dengan satu sistem seleksi yang transparan, objektif, dan mematuhi serta memenuhi semua ketentuan, baik jalur afirmasi dan jalur lainnya.

Baca Juga  Wakapolda Maluku Apresiasi Persidangan Jemaat GPM Kategorial Polri


“SMAN 13 tetap menjaga akuntabilitas, transparansi, dan objektifitas. Kami akan menghindar dari sifat pragmatis dalam penerimaan peserta didik baru.” tegasnya.


Mengakhiri wawancara, Karsidi kembali menjelaskan bahwa dampak positif dari pandemi covid 19 yaitu, baik siswa maupun guru lebih maju dalam bidang teknologi dan tidak asing lagi terhadap internet.

Sedangkan dampak negatifnya yaitu tidak semua siswa memiliki fasilitas-fasilitas yang mendukung untuk belajar secara Daring. Masalah ekonomi menjadi penting, dimana para orang tua dipaksa untuk memberikan fasilitas kepada anak-anaknya dengan memberikan pulsa data dan lain sebagainya.


“Jadi tinggi atau rendahnya partisipasi siswa, tergantung tinggi atau rendahnya kelas ekonominya. Hal itu tentu akan berdampak terhadap prestasi siswa. Dan juga perlu waktu bagi siswa-siswa maupun guru untuk menyesuaikan dengan keadaan,” pungkas Karsidi mengakhiri wawancara yg berlangsung hampir satu jam tersebut.

(CR 04 – GPPerMi)