Porostimur.com | Ambon : Kondisi pandemi covid-19 yang telah berlangsung kurang lebih satu tahun dan sampai saat ini belum tentu pasti kapan selesainya, tentunya sangat berdampak pada kehidupan sosial masyarakat, tidak terkecuali, hal itu juga di alami oleh SMAN 13 Kota Ambon.
Semua sekolah tentunya mengalami dampak yang sama, baik berdampak secara negatif maupun positif. Maka kali ini Porostimur.com mencoba menelusuri apa saja dampak secara positif dan negatif yang dialami oleh SMAN 13 Kota Ambon tersebut.
Saat Porostimur.com bertandang ke sekolah yang berlokasi di Pinang Putih Desa Batu Merah tersebut, suasana terlihat sunyi, karena semua aktivitas belajar dilakukan secara online. Hanya terlihat beberapa guru yang hadir, termasuk Kepala Sekolah yang kebetulan sudah janjian untuk wawancara.
Saat ditemui diruang kerjanya, Sabtu, (24/4/2021) Kepala Sekolah SMAN 13 Kota Ambon, Drs. Didi Karsidi, menceritakan terkait proses belajar mengajar selama masa pandemi covid 19.
“Sebelum saya menjadi Kepala Sekolah, proses belajar mengajar masih dilakukan dari rumah, namun sejak saya dipercayakan sebagai Kepala Sekolah SMAN 13 Kota Ambon, terhitung tanggal 5 Maret 2021 lalu, proses belajar mengajar dilakukan secara Daring (online) di lab komputer sekolah dan dikontrol secara baik. Kita merasa lebih enak dan mudah dalam melakukan kontrol, saya buatkan instrumen-instrumen kontrolnya, jadwal dibenahi dan alokasi waktunya diatur ulang, sehingga guru-guru memberikan layanan sesuai jadwal.” katanya.




