Porostimur.com, Ambon – Ketua DPRD Provinsi Maluku Benhur George Watubun, mulai mengirim sinyal kuat menuju kontestasi Pemilihan Gubernur Maluku periode mendatang. Tak lagi sebatas wacana, pernyataan kesiapan itu kini disampaikan secara terbuka di ruang publik.
Momentum tersebut menguat setelah BGW tampil dalam dua panggung berbeda dalam waktu berdekatan. Ia terlebih dahulu hadir sebagai wisudawan dalam Sidang Terbuka Senat Wisuda Universitas Kristen Indonesia Maluku, Senin (15/6/2026), sebelum kemudian mendeklarasikan kesiapannya maju sebagai calon gubernur.
Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri Musyawarah Anak Cabang (Musancab) IV PDI Perjuangan Kecamatan Tanimbar Utara di Keliobar, kampung halaman ibunya.
“Sebagai Ketua DPRD Provinsi Maluku, posisi ini setara secara politik. Namun dari sisi kewenangan, ada banyak hal yang tidak bisa diwujudkan. Karena itu, saya siap bertarung pada Pilkada nanti,” tegas BGW, Jumat (19/6/2026).
Dari Ruang Akademik ke Arena Politik
Sinyal politik BGW muncul di tengah dinamika pembangunan Maluku yang masih dihadapkan pada berbagai persoalan, mulai dari konektivitas antarwilayah, pendidikan, kemiskinan, hingga ketimpangan pelayanan publik.
Menariknya, deklarasi tersebut lahir dari Keliobar—sebuah ruang yang memiliki makna personal bagi BGW sebagai kampung halaman sang ibu. Dalam konteks budaya Maluku, tempat itu bukan sekadar lokasi, melainkan simbol akar, identitas, dan legitimasi sosial.











