Bila Masih Ada Waktu

oleh -13 Dilihat

“Sudah lama Mas?” aku mulai membuka percakapan
“Lumayan Fa, sudah cukup lama untuk mendengarkan cerita tentang kamu dari Bapak dan Ibu, lengkap” tuturnya
“Lama sekali mas Arif tidak memberi kabar”
“Iya”
Aku mendongak, hanya sepatah kata itu yang diucapkannya, tidak adakah pembelaan?

“Mas Arif kemana saja selama ini? kenapa tidak pernah ada kabar sama sekali?” aku memberondongnya dengan pertanyaan
Dia menunduk dalam
“Aku tidak kemana mana Fa, aku di rumah, sebuah kecelakaan menimpaku beberapa saat setelah aku pulang wisuda sebulan setelah pekerjaan kita selesai, tadinya aku ingin memberi kejutan untuk kamu Fa, tapi rupanya Allah bekehendak lain”
Wisuda? aku bahkan baru tahu kalau mas Arif adalah seorang mahasiswa.

Baca Juga  ATR/BPN Terapkan Pengukuran Terjadwal di 462 Kantor Pertanahan

“Ponselku hilang saat kecelakaan itu terjadi, padahal semua kontak ada di ponsel itu, tiga bulan aku terbaring di rumah sakit, sembilan bulan lamanya aku masih harus berjuang dengan kursi roda, dan satu tahun lebih aku masih menggunakan bantuan kruk untuk berjalan, aku bersyukur masih diberi hidup oleh Allah, aku malu menemui kamu Fa, satu bulan ini aku baru bisa berjalan lagi meskipun belum sepenuhnya normal, aku ingin bertemu kamu, tapi sepertinya ini pertemuan kita yang terakhir kalinya”

No More Posts Available.

No more pages to load.