Bito Temmar Sebut Widya Pratiwi Murad Mainkan Kultur Adiluhung

oleh -1.333 views
Link Banner

Porostimur.com – Ambon: Terkait video viral “OPD-OPD Saya, Widya Pratiwi Murad yang mengegerkan jagat maya di Maluku, politisi senior Bito Silvester Temmar mengatakan, isteri gubernur Maluku itu sedang memainkan siimbol kultur adiluhung.

Hal ini dikatakan Temmar kepada jurnalis Porostimur.com, Jum’at (24/9/2021) di Ambon.

Menurut Bito, ada keunikan peran yang dilakukan isteri gubernur Maluku itu sejak awal hingga saat ini. “Yang saya maksudkan dengan keunikan peran itu adalah “menyapa masalah” di masyarakat,” katanya.

Bito menjelaskan, langkah Widya yang kali ini, dengan memboyong OPD Provinsi Maluku ke kabupaten Aru, dapat dilihat bahwa dia hendak mengajari pemprov dan pemkab di seluruh Maluku tentang pemecahan problem masyarakat secara konkrit.

“Emosionalitas dan rasionalitas isteri gubernur sebagai Ketua PKK Provinsi Maluku berkelindan di situ. Jadi kalau dari perspektif simbolik dalam kultur adiluhung, Ketua PKK Provinsi Maluku sedang menegur gubernur dan jajarannya dan bupati/walikota masing-masing dengan jajarannya bahwa anda semua adalah orang-orang malang yang patut dikasihani,” ujar Temmar.

Baca Juga  Ini Skuat Terbaru Timnas Indonesia untuk Kualifikasi Piala Dunia 2022

“Sebab tumpukan problem masyarakat begitu konkrit, tapi kepekaan atau sensitivitas pemecahan masalah nyaris zero. Dengan lain perkataan, tindakan Ketua Tim PKK yang mengarahkan OPD Provinsi Maluku turun langsung ke Aru merupakan olok-olokan malah kepada gubernur, bupati/walikota. Tentu saja dialamatkan juga kepada birokrasi pemprov dan pemkab/pemkot,” imbuhnya.

Bito juga mengatakan bahwa, dari perspektif disiplin pemerintahan, tindakan ketua PKK dengan mengerahkan OPD, secara formal bisa dipertanyakan dan dipolemikan.

“Juga dari perspektif local politics game menghadapi event politik 2024, mungkin sekali langkah yang dilakukan oleh isteri gubernur sarat kepentingan politik, mengapa tidak,” tukas Bito.

“Tapi saya lebih suka melihat soal ini dari perspektif simbolik budaya adiluhung. Dari sisi ini, saya menangkap pesan dibalik tindakan isteri gubernur sebagai ketua PKK,” sambungnya.

Baca Juga  Ini Penjelasan Ketua Karteker KNPI Maluku Terkait Isu Dualisme Jelang Musda

Bito Temmar bilang, secara tersirat, disana sana terlihat inti pesan kepada semua elit pemerintahan bahwa kerja pemerintahan dan pembangunan di Maluku lebih bersifat proforma daripada problem solving.

“Jika tafsir ini benar, berarti tindakan simbolik isteri gubernur sekaligus menjadi parameter untuk menilai kepantasan elit politik di seluruh Maluku ketika ada yang masih ingin mengkontestasikan diri pada event politik 2024,” ungkap Temmar.

“Dari sisi ini, rasanya tidak cukup 1% mereka yang menjabat jabatan publik pemerintahan saat ini di seluruh Maluku pantas secara etik menominasikan diri pada entah pilkada atau pileg 2024,” pungkasnya. (keket)

No More Posts Available.

No more pages to load.