Porostimur.com, Ambon – Body shaming adalah istilah yang cukup sering muncul akhir-akhir ini, terutama di media sosial. Istilah ini berkaitan dengan seseorang yang mengejek atau mengolok-olok penampilan fisik orang lain, baik secara sadar atau tidak.
Body shaming kerap kali dilakukan sebagai bahan candaan, namun perilaku ini dapat memberikan dampak buruk terhadap korbannya. Mulai dari gangguan fisik hingga psikologis bisa saja dialami oleh orang-orang yang menjadi korban body shaming.
Body shaming adalah istilah yang merujuk pada perlakuan seseorang yang menghina tampilan fisik orang lain. Mengejek seseorang gemuk atau kurus, tinggi atau pendek, hingga mencela penampilan atau bentuk wajahnya merupakan beberapa contoh body shaming yang sering terjadi.
Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (5/1/2022) tentang body shaming adalah.
Body Shaming adalah
Ilustrasi Body Shaming Credit: pexels.com/pixabay
Body shaming adalah tindakan seseorang yang memberikan komentar buruk terhadap kondisi tubuh orang lain, baik secara disadari atau tidak disadari. Body shaming adalah sebuah frasa dari gabungan 2 kata yang berasal dari bahasa Inggris, yaitu body (tubuh) dan shaming (memalukan), sehingga menghasilkan arti berupa mempermalukan tubuh (Cambridge dictionary, 2019).









