Ia menambahkan, eksistensi PDI Perjuangan selama ini tidak semata ditentukan oleh kekuatan finansial, tetapi oleh soliditas kader yang terus memelihara semangat kebersamaan.
“Krisis fiskal bukan hambatan bagi kita. Modal kita adalah gotong royong yang membuat partai kita tetap eksis sampai hari ini,” ujarnya.
Benhur juga mengajak seluruh kader menjadikan Bulan Bung Karno sebagai momentum memperkuat komitmen perjuangan, mempererat solidaritas, dan meningkatkan pengabdian kepada masyarakat melalui kerja nyata.
Padukan Penguatan Ideologi dan Aksi Sosial
Salah satu agenda utama dalam peringatan Bulan Bung Karno adalah lomba pidato dan orasi kebangsaan yang diikuti 57 peserta dari berbagai kalangan. Para peserta menyampaikan gagasan mengenai nasionalisme, nilai-nilai Pancasila, serta relevansi ajaran Bung Karno dalam menghadapi tantangan bangsa saat ini.
Untuk menjaga objektivitas penilaian, panitia menghadirkan tiga dewan juri, yakni Dr. Carolin Sasabone, M.Pd, Dr. Leunard Heppy Lelepary, M.Pd, dan Alex Robert Tutuhatunewa, SH, M.Si.
Selain penguatan ideologi, DPD PDI Perjuangan Maluku juga menggelar pemeriksaan kesehatan gratis yang mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Pada kesempatan yang sama, sebanyak 450 paket sembako dibagikan kepada kader dan masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial partai.











