Bahta bilang, pengawalan ketat terhadap kebijakan Bupati dan Wakil Bupati Bursel bukan karena faktor ketidak sukaan, tetapi ini realita yang harus dijalani seorang pemimpin, di mana janji yang disampaikan kepada masyarakat harus diwujud nyatakan dalam bentuk program kerja dan implementasinya di lapangan, bukan hanya sebagai slogan.
“Walaupun partai kami kalah dalam pertarungan politik kami legowo dan menerima proses penerimaan rakyat karena Pilkada sudah selesai dan bupati dan wakil bupati bukan milik rakyat pengusung, kelompok orang tetentu tetapi milik rakyat Bursel,” ujar Ketua DPRD Bursel itu. (keket)








