Porostimur.com, Ternate – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku Utara menemukan sedikitnya 15 merek beras yang diduga oplosan tengah beredar di sejumlah ritel modern di Kota Ternate.
Temuan ini merupakan hasil dari pengawasan khusus yang digelar menyusul laporan Kementerian Pertanian dan Satgas Pangan Polri terkait peredaran 212 merek beras bermasalah di pasaran.
Kepala Disperindag Maluku Utara Yudhita A. Wahab, mengatakan pengawasan ini dilakukan oleh tim gabungan dari Bidang Perlindungan Konsumen dan Bidang Perdagangan.
Langkah itu disebut sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam merespons temuan pusat sekaligus melindungi konsumen dari praktik curang pelaku usaha.
“Saat ini kami sedang melaksanakan kegiatan pengawasan khusus terkait peredaran beras oplosan. Langkah ini kami lakukan sebagai tindak lanjut dari hasil temuan Kementerian Pertanian dan Satgas Pangan Polri beberapa waktu lalu,” ungkap Yudhita saat dikonfirmasi, Sabtu (19/7/2025).
Ia juga menegaskan bahwa Disperindag Malut membuka kanal aduan publik untuk mengantisipasi penyebaran lebih luas produk-produk beras oplosan tersebut.
“Kalau ada masyarakat yang menemukan indikasi kecurangan atau merek mencurigakan, silakan laporkan ke kami,” tegasnya.











