Dituding Hina Presiden Erdogan dengan Pepatah, Jurnalis Ternama Turki Dipenjara

oleh -153 views

“Ada pepatah yang sangat terkenal mengatakan bahwa kepala yang dimahkotai akan menjadi lebih bijaksana. Tapi kami melihat itu tidak benar. Ketika seekor lembu jantan memasuki istana, dia tidak menjadi raja. Tapi istana yang menjadi lumbung,” kata Kabas yang kemudian memposting peribahasa itu di Twitter.

Para menteri Erdogan marah dengan pernyataan Kabas

Kepala Juru Bicara Erdogan Fahrettin Altun langsung menggambarkan komentar Kabas sebagai hal yang ‘imoral dan tidak bertanggung jawab’.

“Seorang yang disebut jurnalis secara terang-terangan menghina presiden kita di saluran televisi yang tidak memiliki tujuan selain menyebarkan kebencian.

Baca Juga  Satreskrim Polres Halsel Sosialisasikan KUHP dan KUHAP Baru kepada PPNS

“Kehormatan kantor kepresidenan adalah kehormatan negara kita. Saya mengutuk penghinaan vulgar yang dilakukan terhadap presiden kita dan kantornya,” tulisnya di Twitter.

Menteri Kehakiman Turki, Abdulhamit Gul, kemudian menulis hal yang sama. Melalui Twitternya, Gul menyebut aksi Kabas adalah hal yang  melanggar hukum dan bahwa jurnalis itu akan ‘mendapatkan apa yang pantas dia dapatkan’.

Regulator siaran Turki, RTUK, sementara itu, memulai penyelidikan terhadap Tele1, yang disebut telah mengeluarkan ‘pernyataan yang tidak dapat diterima karena menargetkan presiden’.

No More Posts Available.

No more pages to load.