DPRD Maluku Minta Warga Polisi dan Pemda Serius Tangani Konflik di Pulau Haruku

oleh -49 views
Link Banner

Porostimur.com, Ambon – Konflik antar negeri di Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) seperti tidak ada habisnya.

Konflik antara Negeri Kariu dan Dusun Ory – Negeri Pelauw, hingga kini belum tercapai perdamaian antar kedua negeri, kini muncul konflik antara Negeri Hulaliu-Aboru pasca penembakan di hutan oleh penembak misterius, sehingga mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua orang luka serius.

Hingga kini konflik antar kedua tetangga ini masih terus berlanjut di tengah hutan.

Menyikapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Maluku, Azis Sangkala meminta kepada pihak kepolisian untuk segera mengambil langkah serius.

Begitu juga pemerintah daerah (Pemda), agar segera melakukan dialog dengan tokoh masyarakat di kedua negeri, sehingga konflik yang terjadi tidak berkepanjangan.

Baca Juga  Brinus Harap Legislator Asal Malut Bisa Perjuangkan Otsus

“Kita tahu Kapolda sudah menerjunkan personil, kami minta segera ambil tindakan untuk penyelesaian, sehingga konflik tidak berkepanjangan,” ujar Sangkala kepada wartawan di kantor DPRD Maluku, Rabu (16/2/2022).

Selain penyelesaian konflik, menurutnya Polda juga harus mengungkap pelaku penembak misterius terhadap warga Hulaliu, sehingga tidak menimbulkan spekulasi yang berujung provokasi.

“Kita berikan waktu kepada Polisi untuk bekerja dan kami berharap polisi segera menjawab pertanyaan publik, spekulasi provokatif sangat berbahaya untuk memancing terjadinya konflik susulan,” desaknya.

Kepada masyarakat di kedua negri, Sangkala mengimbau agar tetap menahan diri, tidak terpancing isu-isu provokatif oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Karena namanya konflik tidak akan memberikan keuntungan kepada pihak manapun, tetapi kesengsaraan. Apalagi di tengah pandemi Covid-19.

Baca Juga  Membandingkan Skuad Atletico Madrid vs Man Utd: Siapa yang Unggul?

“Sebagai hidup orang basudara harus benar-benar menjaga ini, karena konflik sekecil apapun, antar negeri sekalipun akan berdampak secara luas bagi upaya pemulihan ekonomi apalagi di masa pandemi akan sangat terasa,” ujarnya.

Kepada Pemda setempat, dirinya meminta agar segera melakukan pendekatan dengan raja dan tokoh masyarakat untuk melakukan mediasi kedua belah pihak, sehingga bisa terwujud damai antar kedua negeri.

Dalam pertemuan beberapa waktu lalu bersama DPRD Maluku, Kapolda mengungkapkan akan menaruh perhatian ekstra terkait hal ini, dengan melakukan di swiping kepemilikam senjata api (Senpi) di masyarakat.

“Kami berharap komitmen Kapolda bisa segera diwujudkan, sehingga kita bisa menciptakan ketenangan di masyarakat,” harapnya. (keket)

No More Posts Available.

No more pages to load.