DPRD Provinsi Maluku Gelar Rapat Paripurna, Gubernur Sampaikan LKPJ Tahun 2020 Secara Virtual

oleh -144 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: DPRD Provinsi Maluku menggelar rapat paripurna dalam rangka penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Maluku Tahun Anggaran 2020 pada, Jumat (16/4/2021).

Rapat paripurna tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Provinsi Maluku, Lucky Wattimury di Ruang Paripurna DPRD Maluku.

Mengawali laporannya yang dibacakan secara virtual, Gubernur Maluku, mensyukuri akan kemitraan yang berlangsung antara pemerintah dan DPRD Provinsi Maluku yang telah bersama-sama menyelesaikan tugas dan tanggung jawab pelaksanaan pembangunan di tahun 2020.

Menurutnya, pelaksanaan kegiatan tahun 2020 melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2020 dipengaruhi oleh dampak pandemi Covid-19, yang mana sebagian anggaran dilakukan refocusing untuk penanganan kesehatan serta pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat.

Link Banner

Dikatakan dalam laporannya, APBD Provinsi Maluku tahun anggaran 2020 menetapkan pendapatan sebesar Rp.3,19 triliun dan telah direalisasikan sebesar Rp.3,10 triliun atau mencapai 97,32% yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp.480,61 miliar. Dana perimbangan sebesar Rp.2,62 triliun dan pendapatan lain-lain yang sah sebesar Rp.3,56 miliar.

Baca Juga  Banmus DPRD Maluku Sepakat Bentuk Pansus LKPJ Gubernur Tahun 2020

Sementara pada sisi belanja, ditetapkan sebesar Rp.3,20 triliun dengan realisasi sebesar Rp.2,96 triliun atau 92,47%. Selanjutnya dari sisi pembiayaan yang bersumber dari penerimaan daerah sebesar Rp.863,92 miliar dengan realisasi 39,16% dan pengeluaran pembiayaan daerah dianggarkan sebesar Rp.32,80 miliar dengan realisasi Rp.32,77 miliar atau 99,92% sehingga pembiayaan netto sebesar Rp.831,12 miliar dan realisasi sebesar Rp.305,55 miliar atau mencapai 36,76%.

Lebih lanjut Gubernur mengatakan, pandemi Covid-19 berdampak pada capaian indikator makro pembangunan daerah antara lain, pertumbuhan ekonomi tumbuh negatif 0,92% masih lebih tinggi dari nasional yang mencapai -2,07%, inflasi turun mencapai 0,61%, kemiskinan 17,99% dan pengangguran 7,57% serta indeks pembangunan manusia mencapai 69,49%.

Ia mengatakan, pemerintah daerah terus berupaya untuk meningkatkan kemajuan daerah melalui peningkatan di berbagai bidang, sepet politik, ekonomi dan sosial budaya.

Baca Juga  Tiga Hal yang Jadi Hasil Banmus DPRD Maluku

“Kita semua berharap upaya peningkatan pada bidang tersebut akan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat maluku dan percepatan pembangunan daerah”, ujar Gubernur. (alena)