Karena itu, jajaran Partai Golkar didorong turun langsung ke daerah, mendengarkan persoalan masyarakat dan memastikan organisasi benar-benar bekerja di tengah rakyat.
Bahlil juga mengarahkan agar kantor-kantor Partai Golkar di daerah tidak hanya menjadi ruang aktivitas internal organisasi.
Kantor partai diharapkan dapat dibuka sebagai rumah pelayanan aspirasi masyarakat, pusat informasi publik serta ruang berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi warga.
“Perkuat konsolidasi sampai ke desa. Buka kantor partai untuk pelayanan rakyat. Hadir dalam kegiatan sosial yang memberikan manfaat,” kata Anos.
Menjelang HUT ke-62 Partai Golkar, seluruh jajaran juga diminta menggelar kegiatan yang sederhana namun tetap meriah dan mampu mendekatkan partai dengan masyarakat.
Semangat peringatan, kata Anos, bukan terletak pada kemewahan kegiatan, melainkan pada manfaat yang benar-benar dirasakan rakyat.
Selain kerja sosial dan konsolidasi, aspek akuntabilitas organisasi juga menjadi perhatian. Seluruh kegiatan Partai Golkar di daerah harus dilaksanakan secara tertib, terdokumentasi dan dilaporkan kepada DPP melalui mekanisme yang telah ditentukan.
Prinsip yang ditekankan adalah setiap kegiatan harus menghasilkan kerja nyata, terdokumentasi, terlaporkan dan dapat dievaluasi.









