Harga BBM Naik Dua Kali dalam 9 Hari, Warga Suriah Teriak “Jatuhkan Jolani”

oleh -7 Dilihat
Kesabaran warga Suriah menghadapi tekanan ekonomi mulai menunjukkan batasnya. Gelombang demonstrasi pecah di sejumlah wilayah setelah pemerintah kembali menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), hanya sembilan hari setelah kenaikan sebelumnya.

Kementerian juga menyebut penghentian sementara operasional kilang Baniyas untuk pemeliharaan membuat Suriah harus meningkatkan impor produk minyak.

Penyesuaian harga itu, menurut pemerintah, diperlukan untuk menjaga kelancaran pasokan dan memastikan kebutuhan BBM di pasar domestik tetap terpenuhi selama kilang menjalani perawatan.

Persoalannya, kemampuan produksi minyak Suriah belum mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri. Negara tersebut hanya memproduksi sekitar 100.000 barel minyak per hari, sedangkan kebutuhan domestik diperkirakan mencapai sekitar 300.000 barel per hari.

Protes Meluas, Petani Jadi Kelompok Paling Tertekan

Kemarahan warga langsung terlihat setelah pemerintah mengumumkan harga baru. Demonstrasi terjadi di sejumlah provinsi dengan aksi pemblokiran jalan hingga penghentian truk tangki minyak yang menuju kilang Homs.

Wilayah timur laut menjadi salah satu titik paling menonjol. Demonstrasi di Hasakah dan Deir Ezzor bahkan berkembang lebih konfrontatif.

Baca Juga  Peneliti Anthropic Peringatkan Risiko AI Bisa Musnahkan Manusia dalam 10 Tahun

Analis Suriah Muaz al-Abdullah mengatakan sekitar 45 persen protes yang tercatat di Suriah selama pekan pertama September didorong persoalan ekonomi.

Menurut dia, aksi terbaru tidak bisa dilihat semata-mata sebagai reaksi spontan terhadap kenaikan harga BBM. Demonstrasi merupakan akumulasi dari berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang telah berlangsung cukup lama.

No More Posts Available.

No more pages to load.