Porostimur.com, Ternate – Harga cabai merah di Maluku Utara tercatat sebagai yang termahal di Indonesia. Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional menunjukkan harga cabai merah di pasar modern provinsi tersebut mencapai Rp126,3 ribu per kilogram.
Angka ini menjadikan Maluku Utara sebagai daerah dengan harga cabai merah tertinggi secara nasional, jauh di atas rata-rata harga nasional yang berada di kisaran Rp79,38 ribu per kilogram per Jumat, 13 Februari 2026.
Tetap Tinggi Meski Nasional Turun
Secara nasional, rata-rata harga cabai merah di pasar modern mengalami sedikit penurunan dibandingkan pekan sebelumnya. Rata-rata harga pekan ini tercatat Rp79,38 ribu per kilogram, turun tipis dari pekan lalu yang berada di angka Rp79,74 ribu per kilogram.
Namun, tren penurunan tersebut belum berdampak signifikan di Maluku Utara. Dalam satu bulan terakhir, harga cabai merah di provinsi ini tidak mengalami perubahan dan tetap berada di kisaran Rp126,3 ribu per kilogram.
Secara historis, harga tertinggi cabai merah di Maluku Utara pernah mencapai Rp159,9 ribu per kilogram, menandakan fluktuasi harga komoditas ini cukup tajam dalam beberapa waktu terakhir.
Daerah Lain Ikut Mahal
Setelah Maluku Utara, harga cabai merah tertinggi kedua tercatat di Kalimantan Timur dengan harga Rp120,1 ribu per kilogram. Disusul Kalimantan Barat Rp119 ribu per kilogram, Kalimantan Tengah Rp115,85 ribu per kilogram, serta Kepulauan Bangka Belitung Rp112,45 ribu per kilogram.
Sementara itu, terdapat 18 provinsi yang mencatat harga cabai merah di bawah rata-rata nasional. Tiga provinsi dengan harga cabai merah terendah adalah Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat.
Faktor Distribusi dan Pasokan
Tingginya harga cabai merah di kawasan timur Indonesia, termasuk Maluku Utara, diduga dipengaruhi faktor distribusi, pasokan, serta biaya logistik yang masih relatif tinggi. Kondisi geografis kepulauan membuat biaya transportasi komoditas pangan menjadi lebih mahal dibandingkan wilayah lain di Indonesia.
Dengan kondisi harga yang masih tinggi, masyarakat di Maluku Utara diharapkan dapat mengantisipasi pengeluaran rumah tangga, sementara pemerintah daerah dan pemangku kepentingan diharapkan terus menjaga stabilitas pasokan guna menekan lonjakan harga pangan strategis. (red)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com










