Porostimur.com – Ambon: Di Maluku dalam era reformasi, kontestasi pilgub selalu menghadap-hadapkan cagub usungan dua partai, Partai Golkar vs PDI Perjuangan. Kontestasi ini memantik perhatian politisi senior Bito Silvester Temmar.
Kepada porostimur.com, Rabu (29/9/2021), Temmar membeberkan data bahwa, dalam empat kali kontestasi terakhir, ternyata PDI Perjuangan memenangi tiga kali kontestasi sedangkan sekali oleh Partai Golkar. Tiga kali kemenangan PDI Perjuangan masing-masing Pak Ralahalu dua kali dan Pak Murad Ismail sekali. Sedangkan Partai Golkar sekali yaitu Pak Assagaf.
“Jadi kalau nanti di 2024, Golkar ingin memenangi pilgub mengalahkan incumbent dari PDI Perjuangan, saya rasa wajar. Atau sebaliknya incumbent meraih kembali periode kedua,” katanya.
Bito mengatakan, Pilgub Maluku 2024 baru menjadi menarik jika ada usungan cagub dari partai-partai lain semisal koalisi partai Gerindra atau PKS, dan seterusnya.
Mantan Bupati Maluku Tenggara Barat (sekarang Kabupaten Kepulauan Tanimbar)dua periode ini memprediksi, kemungkinan ada koalisi baru, karena baik Partai Golkar mau pun PDI Perjuangan juga akan membangun koalisi sebab kedua partai tersebut tidak dapat mengusung paslon sendiri l, karena tidak memenuhi persyaratan. Dua partai itu wajib menggandeng partai lain agar memenuhi persyaratan.




