Sebenarnya ada substitusi gandum yang berasal dari singkong atau mocaf. Walaupun tidak 100 persen tetapi sebenarnya cukup bisa menjadi substitusi. Pemerintah juga harus mewajibkan konten lokal pangan. Kalaupun misalnya mie instan menjadi makanan pokok, maka pemerintah harus mewajibkan konten lokal dengan kebijakan bertahap sebanyak 30 persen dulu, baru kemudian jadi 50 persen, misalnya. Hanya yang harus diperhatikan adalah produktivitas konten lokal seperti singkong hal mana juga harus di maintain kembali agar mampu memenuhi tingkat kebutuhan produksi konten lokal pangan.
Selama ini banyak singkong yang ditanam petani tapi produktivitas nya masih rendah. Boleh jadi karena tidak adanya arahan atau pendampingan masif, dan itu mencerminkan keseluruhan kebijakan pemerintah soal pangan atau politik pangan. Dengan berat hati bisa disimpulkan bahwa kita sebetulnya tidak punya politik pangan atau strategi pangan, termasuk ihwal diversifikasi pangan. Padahal sumberdaya pangan lokal banyak sekali seperti umbi-umbian. Bahkan beberapa bahan pangan asli malah sudah mulai hilang. Sagu sendiri di Papua dan Maluku sudah digantikan oleh beras yang sebenarnya juga sebuah kekeliruan stategi pangan rakyat.










