Kejati Maluku: Jangan Ada Matahari Kembar di Kabupaten Malra

oleh -110 views
Link Banner

Porostimur.com – Langgur: Kabupaten Maluku Tenggara adalah daerah yang sangat bagus dan menarik karena subur dan kotanya pun sangat indah.

Hal ini disampaikan Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Dr. Undang Mogopal, SH, M.Hum pada kegiatan vaksinasi di gedung serba guna Malra, Jum’at (29/10/2021).

Unjang menyampaikan sanjungan ini di hadapan Bupati Malra M. Thaher Hanubun serta Forkopimda dan OPD terkait dalam lingkup Pemda Malra.

“Memang Malra layak dan sangat berpotensi untuk dikembangkan karena tanah yang subur, tuturnya,” katanya.

Kajati mengatakan, berdasarkan pengalaman singkatnya, saat mengikuti Tour The Moluccas yang melintasi rute yang diawali dari pelataran kantor Bupati Malra dan berakhir di Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan yang memberikan sebuah keyakinan akan indahnya Kabupaten Malra.

Baca Juga  Eric Clapton Rilis Lagu Anti-Lockdown

Selain itu, Undang berharap di Kabupaten Malra jangan sampai ada matahari kembar, dimana setiap program yang dicanangkan oleh bupati, itulah yang dikerjakan oleh OPD terkait.

“Jangan bekerja di luar program sehingga menimbulkan masalah yang tidak tertanggung jawab di kemudian hari,” tukas Mangopal.

“Program Bupati sangat jelas, sehingga perlu mendapat dukungan dari stakeholders dan kepala Dinas terkait,” imbuhnya.

Kajati bilang, jika program-program ini dilaksanakan dengan benar oleh seluruh jajaran maka dengan mudah investor akan datang sendirinya ke Maluku Tenggara.

Undang menjelaskan, kehadiran investor di satu daerah hanya dua hal yang bisa memberikan keyakinan yakni persoalan keamanan dan persoalan hukum.

“Setiap bawahan, harus melaksanakan instruksi bupati terkait progam, jika tidak dilaksanakan sesuai arahan maka publik akan menilai kinerja bupati itu salah dari persepsi mereka,” tegas Kajati.

Baca Juga  Cegah Penularan Covid, Personil Sabhara Polres Malteng Bubarkan Pemuda Yang Lagi Nongkrong

“Jika ini terjadi, maka akan mengganggu kinerja jika sudah disampaikan laporan, pastinya akan ditindak lanjuti, dan satu persatu akan dipanggil untuk memberikan keterangan,” sambungnya.

Undang mengimbau, jika ada gagasan dan usulan, segera disampaikan kepada bupati, namun harus paham posisinya sebagai seorang bawahan, jika usulan tidak diterima maka harus laksanakan.

Kajati juga berharap agar Malra dapat dibangun sesuai dengan koridor dan perundang- undangan yang berlaku.

Kajati juga menyetujui permintaan Bupati Malra M. Thaher Hanubun untuk MoU dengan Kejaksaan, terkait pembangunan jalan trans Kei Besar sepanjang 101 kilometer yang nilainya satu triliun rupiah.

“Karena itu tanpa diminta kami berkewajiban untuk mengawal setiap proses, sehingga dapat dipastikan berjalan dengan aman dan lancar,” tutupnya. (saad)

No More Posts Available.

No more pages to load.