“Kepulauan Sula, Menelusuri Jejak dan Identitas.” (Merekonstruksi Memori Kolektif)

oleh -54 Dilihat

Berita pertempuran Surabaya pun menyebar ke berbagai penjuru dunia karena siaran bahasa Inggris K’tut Tantri ini. Ia pun dicari Pasukan Belanda dengan nilai 50.000 Gulden bagi siapapun yang berhasil menangkap K’tut Tantri. Kesaksian dan keterlibatannya dalam perang kemerdekaan Indonesia di Surabaya, kemudian dituliskan dalam sebuah biografi tebal berjudul Revolt in Paradise (1960).

Muriel Stuart Walker alias K’tut Tantri atau Surabaya Sue, hingga menghembuskan nafas
terakhirnya di Redferd, Sydney, Australia, pada minggu, 27 Juli 1997, pada peti jenazahnya
tetap dibalut Sang Saka Merah Putih dan kain kuning dan putih penanda khas Bali. Pemerintah Indonesia pada November 1998, menganugerahkan Bintang Mahaputera
Nararya kepada wanita pejuang ini, atas jasa-jasanya dalam pertempuran Surabaya.
Sedangkan Usman Umagap, meninggal dunia di Desa Falahu, Sanana.

Baca Juga  Perketat Pengepungan Kota Tua Yerusalem, Polisi Israel Tembak Mati Warga Palestina di Gerbang Damaskus

Epilog

Nakh, untuk menelusuri jejak, mencari identitas, memang membutuhkan campur tangan akademisi. Agar kita tidak terjebak pada debat kusir ala warung kopi. Juga tak terperangkap pada subjektifitas dan kultus individu. Karena dewasa ini, sebagaimana diungkapkan Francis Fukuyama, dunia tengah mengalami disrupsi besar globalisasi, dengan menguatnya politik dan ujaran kebencian serta semangat etno-sentrisme, yang kesemuanya menjadi musuh demokrasi.

No More Posts Available.

No more pages to load.