Korban Tentara AS Tembus 300 Orang, Tentara Iran Tunggu Marinir AS Merapat

oleh -447 views
Peti jenazah tentara AS yang tewas dalam perang di Iran. (AP/Mark Schiefelbein)

Presiden AS Donald Trump dilaporkan memberikan tenggat waktu hingga 6 April 2026 kepada Iran untuk membuka kembali jalur tersebut, meskipun pihak Teheran membantah adanya negosiasi.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Marco Rubio menyatakan bahwa tujuan AS dapat dicapai tanpa pengerahan pasukan darat, meski berbagai skenario tetap disiapkan.

Laporan The Washington Post mengungkap adanya pembahasan internal terkait opsi merebut Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran, sebagai langkah membuka blokade.

Namun, rencana tersebut disebut bukan invasi skala penuh, melainkan operasi terbatas oleh pasukan khusus yang didukung infanteri konvensional.

Iran Siaga, Tuding AS Siapkan Invasi

Di pihak lain, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menuduh Washington tengah menyiapkan serangan darat secara diam-diam.

Baca Juga  Soroti Dugaan Monopoli Proyek APBD, FPPPMU Siapkan Somasi untuk Pemprov Maluku Utara

Ia menilai pesan negosiasi dari AS hanyalah kedok untuk menutupi rencana militer. Ghalibaf menegaskan bahwa Iran berada dalam kondisi siaga penuh dan siap melancarkan balasan.

“Musuh diam-diam merencanakan serangan darat. Mereka tidak tahu tentara Iran sedang menunggu pasukan Amerika mendarat, siap melancarkan serangan dahsyat,” tegasnya.

Sementara itu, jajak pendapat terbaru menunjukkan mayoritas publik Amerika Serikat menolak opsi invasi darat. Para analis memperingatkan bahwa langkah tersebut berpotensi memicu eskalasi besar dengan dampak serius terhadap stabilitas global.

No More Posts Available.

No more pages to load.