Pikiranku terbesit pada syambara di sekolah sang adik. Langkahku terpacu cepat menyambagi sekolah untuk sekadar memberi semangat padanya yang tengah bertarung dalam sayembara cerdas cermat.
Di ikutin 120 peserta dari sekolah menengah ke bawah dan menengah ke atas.
Aku memasuki gerbang sekolah, membaur di delam penonton yang tengah menyaksikan kuis cerdas cermat. Aku melihat angka di monitor itu dengan skor 70-70. Poinnya masih imbang. Namun dalam bertarung dalam kecerdasan masih ada pertanyaan terakhir.
“Bagaimana caranya batu baterai dan foil. bisa mengalirkan energi panas?” Pemandu acara memberikan pertanyaan fisika yang teramat sulit. Wajah peserta nampak kebingung mencari jawaban. Namun aku terpana melihat adikku mendirikan tubuhnya dengan posisi sempurna. Dengan suara lantang ia menjawab sebuah pertanyaan.
“Ketika batu baterai min dan plus. tersambung menggunakan foil maka arus listrik mengalir dalam jumlah yang besar. Karena itulah bisa menghasilkan energi panas.
Angka di motir berubah menjadi 80 – 70. Pemandu acara menepuk tangannya serta diikuti oleh penonton untuk merayakan kemenangan kelompok adikku. Airmata kebangganku menetes. Dia memang patut untuk aku banggakan. Dengan kecerdasan dan kebijaksaannya. Dia tak akan pernah takut melawan dunia sekeras apapun.
selepas dari itu, kami jalan beriringan menyusuri tanah lapang yang ditumbuhi rumput hijau.









