Mantan Kadikbud Malut dan 3 Orang Lain Tersangka Kasus Kapal Nautika Ditahan

oleh -530 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara resmi menahan empat tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan kapal penangkap ikan dan alat simulasi pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Malut. Proyek yang berasal dari tahun anggaran 2019 itu bernilai Rp 7,8 miliar.

Dari empat tersangka yang ditahan itu, sudah termasuk Ibrahim Ruray selaku Direktur PT. Tamalanrea Karsatama yang sebelumnya telah memenangkan praperadilan beberapa waktu lalu.

Selain Ibrahim, mereka yang ditahan itu adalah mantan Kadikbud Malut alias Imran Yakub, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Zainudin Hamisi, dan mantan Ketua Pokja ULP Malut RZ alias Reza.

Penahanan ini dilakukan setelah tim penyelidik Kejati merampungkan hasil penyidikan. Bahkan lembaga Adhyaksa ini juga telah mengantongi hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Keempat tersangka yang ditahan, langsung digelandang ke Rutan Kelas IIB Ternate usai menjalani pemeriksaan di ruang Pidsus Kejati Maluku Utara selama kurang lebih 6 jam.

Baca Juga  Kapolda Pastikan Pilkada 2020 di Maluku Utara Aman dan Sehat

Kepala Kejati Maluku Utara, Erryl Prima Putera Agoes didampingi Asisten Pidana Khusus, M. Irwan Datuiding dalam konferensi pers menyatakan, keempat tersangka akan menjalani penahanan selama 20 hari ke depan, terhitung sejak tanggal 24 Juni 2021 sampai dengan 13 Juli 2021.

“Berdasarkan ketentuan Pasal 20 ayat (1) KUHAP penyidik dapat melakukan penahanan terhadap tersangka, terhadap keempat tersangka ini pertimbangannya karena dikhawatirkan akan mempersulit pemeriksaan, menghilangkan barang bukti, melarikan diri,” jelas Erryl.

Menurut Kajati, dalam kasus ini kerugian keuangan negara mencapai Rp 4,7 miliar dari dianggaran 7,8 miliar. Berdasarkan pasal 20 ayat (1) KUHAP, penyidik dapat melakukan penahanan terhadap tersangka untuk kepentingan penyidikan. Penahanan dilakukan dengan pertimbangan berdasarkan pasal 21 ayat (1) KUHAP bahwa dikhawatirkan tersangka melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan atau mengulangai tindak pidana.

Baca Juga  Tiga Puisi Firman Wally

“Para tersangka dilakukan penahanan selama 20 hari, terhitung sejak 24 Juni sampai 13 Juli 2021. Mereka ditahan di Rutan Kelas IIB Ternate,” jelas Erryl kepada wartawan, Kamis (24/6) tadi.

Sekadar diketahui, pengadaan Kapal Nautika dan alat simulator yang diperuntukan untuk siswa SMK di Kabupaten Halmhera Selatan, Kabupaten Halmahera Timur, dan Kabupaten Kepulauan Sula itu dianggarkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019 senilai Rp 7,8 miliar.

Dalam kasus ini Kejati telah menetapkan 4 tersangka, yakni Imran Yakub mantan Kadis Dikbud, Zainudin Hamisi selaku PPK, Reza mantan Pokja ULP, dan Ibrahim Ruray Direktur PT. Tamalanrea Karsatama selaku rekanan yang menangani proyek tersebut. Ibrahim kemudian melakukan praperadilan dan memenangkannya.

Baca Juga  Lempar batu warnai konflik antar pemuda Nusaniwe

Setelah mengantongi audit kerugian negara dari BPKP, Kejati kemudian menetapkan kembali tersangka terhadap Ibrahim Ruray pada Senin lalu. 

Sementara itu, Asisten Pidana Khusus, M. Irwan menambahkan, keempat tersangka dalam kasus ini dijerat dengan pasal 2 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

(red/nmc/tsc)

No More Posts Available.

No more pages to load.