Mediasi Buruh dan Ketua TKBM Pelabuhan Malbufa Berujung Baku Hamtam

oleh -710 views

Farid mengaku, dirinya pun sering mengeluarkan uang pribadi untuk kepentingan pengurus, terkait hal-hal administrasi Koperasi Fatmia.

“Kalian para buruh tidak tahu kalau pengurusan di kota itu gunakan uang itu,” ujar Farid.

Di tempat yang sama Jainudin juga buruh pelabuhan ketika keluar dari gedung pertemuan mengatakan selama ini upahnya dipotong oleh Farid Tan tidak ada buktinya sama sekali.

“Saya punya hak untuk menuntut, ketua merangkap sebagai sekretaris dan bendahara ini kan aneh sekali,” tukasnya.

Sementara itu, Kordinator TKBM Fatmia Pelabuhan Malbufa Amran Duwila, menceritakan kronologi sengkarut persoalan antara para buruh dan ketua koperasi itu.

Amran menceritakan, setelah Ketua Koperasi TKBM Fathiah Nanang Kaunar wafat, Farid Tan sebagai sekretarisnya langsung mengambil peran aktif sebagai Ketua Koperasi TKBM Fatmia tanpa membuat rapat atau Elevaluasi bersama badan pengurus.

Baca Juga  Pemkab Haltim–Badan Pemeriksa Keuangan Gelar Exit Meeting, Akhiri Pemeriksaan LKD 2025

“Dalam hal ini berjalannya atau aktif pelabuhan Malbufa untuk kapal Kendaga Nusantara beroperasi di dermaga Desa Malbufa,” kata Amran.

Amran bilang, Farid terkesan sangat berambisi dan seperti ingin memiliki sendiri badan pengurus dari ketua sekretaris bendahara maupun badan pengurus Koperasi TKBM Fatmia.

“Nah setelah para buruh bekerja tiap bulan saat kapal Kendaga Nusantara masuk di Pelabuhan Malbufa, upah buruh selalu potong oleh dia, ada 10% maupun 20%, tukasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.