Selanjutnya pada 2016, tim ekspedisi gua dari Italia berhasil mencatatkan diri sebagai tim kedua yang mencapai dasar Gua Hatusaka dan berhasil memetakan satu segmen lorong di Gua Hatusaka. Mapala Universitas Indonesia melakukan ekspedisi Gua Hatusaka pada 2017 dengan upaya mencapai dasar Gua Hatusaka, namun gagal di kedalaman 220 karena banjir yang kembali memasuki lorong gua.
Ekspedisi oleh Penjelajah Dalam Negeri Baru Berhasil pada 2018

Keempat ekspedisi yang pernah dilakukan ke dalam gua terdalam di Indonesia ini masih menyisakan banyak misteri karena belum banyak mengungkap data dan informasi mengenai karateristik lain dari Gua Hatusaka selain kedalaman, lebar gua, serta bentuknya.
Karena itu, Balai Taman Nasional (BTN) Manusela tergerak untuk menggelar ekspedisi guna mengungkap potensi Gua Hatusaka secara lebih lengkap. Menggandeng Acintyacunyata Speleological Club (ASC), BTN Manusela akhirnya berhasil menjadi rombongan penjelajah Indonesia pertama yang menjejakkan kaki di dasar gua terdalam di Nusantara.
Ekspedisi BTN Manusela bersama Acintyacunyata Speleological Club dilaksanakan dengan tim yang terdiri 12 orang meliputi 10 orang tenaga ahli dari ASC dan dua orang staf Balai Taman Nasional Manusela. Kegiatan yang dilaksanakan selama delapan hari dari 2–9 Agustus 2018 itu berhasil memutakhirkan data mengenai kedalaman total dan luas ruangan di dasar gua serta mencatat flora, fauna, dan karakter lain dari Gua Hatusaka.











