Tempat Sakral dan Penuh Misteri

Bagi masyarakat sekitar, Gua Hatusaka merupakan tempat penuh misteri dengan berbagai mitos dan ritual. Karena itu, setiap ekspedisi harus melaksanakan ritual adat dulu sebelum memasuki gua. Ritual adat tersebut dilaksanakan di Desa Saleman oleh seluruh anggota tim bersama dengan tokoh-tokoh adat desa dengan tujuan agar seluruh tim diberi keselamatan dan kelancaran selama kegiatan.
Setelah ekspedisi pada 2018 itu, diketahui bahwa dasar Gua Hatusaka memiliki luas ruangan 90 meter x 62 meter dengan tinggi atap 180 meter. Ahmad Sya’roni, perwakilan tim BTN Manusela dan ASC yang turun ke dasar gua mengatakan, “Berdiri di dasar Gua Hatusaka seperti berdiri di dalam stadion sepak bola dalam keadaan gelap gulita”.
Kondisi dasar Gua Hatusaka dideskripsikan relatif datar, dengan endapan kerikil dan pasir yang hampir sepertiga luas ruangannya. Selebihnya berupa endapan lempung yang mengindikasikan air yang masuk ke dalam gua sempat menggenang sebelum meresap ke dalam tanah.
Seperti Blender Raksasa

Meskipun di atas gua adalah hutan lebat, tidak dapat dijumpai batang-batang pohon besar di dasar gua, hanya ada serpihan-serpihan kayu berukuran kecil. Keunikan fenomena ini membuat tim ekspedisi menduga batang-batang kayu yang terbawa banjir hancur berkeping-keping menjadi serpihan kecil karena gua yang sangat dalam dan gerak turbulen air yang dahsyat di dasar gua.










