Menunggu Hujan

oleh -876 views

“Ya iyalah Aryan waktu itu kan kita masih SD, terus kamu ngajak hujan-hujanan tiap hari gimana mamah ga nasehatin aku coba, katanya jangan ikutan main sama kamu hahaha, padahal kita kan tetangga dekat.” gadis berlesung pipi itu berbicara sewot sambil tersenyum kecut.

“Hahaha benar juga yah pas itu kan aku berhenti ngajak kamu main hujan apalagi waktu itu kita SMP nya beda eh terus bareng lagi pas SMA. Amaya kamu tau kenapa aku suka manggil namamu dengan lengkap, Amaya. Bukan Mey, atau Amey.?”

“Engga tau, iya cuman kamu yang manggil Amaya yang lainnya manggil pasti mey atau Amey, dulu aku sukanya dipanggil Alka sama nenek. Kenapa gitu?” Tanya gadis itu dengan cuek tanpa memandang mata lawan bicaranya.

Baca Juga  Petugas Temukan 35 Botol Miras di Pelabuhan Sayoang

“Karna aku suka arti namamu Amaya Alka Sagita. Kamu tau kan arti dari Amaya? Hujan itu artinya dan aku suka hujan” Aryan menyipratkan air hujan ke wajahku.
“Aryan..” aku berteriak dan membalasnya ia pun tertawa.

Entah perasaan apa yang aku rasakan saat itu, jantungku berdetak lebih kencang dari biasanya. Ada yang berbeda dari sorot matanya yang tak bisa kupahami, bukan karna dia orang yang kukenal, namun ada sesuatu yang tak bisa kumengerti. Kita berbincang–bincang lalu tertawa dan tersenyum. Pada saat itu aku belum menyadari dia yang telah mengisi ruang di hatiku.

No More Posts Available.

No more pages to load.